Sekilas Info

  • Selamat Datang Di Portal Dinas Perkebunan Provinsi Jambi 

  •  Semoga bermanfaat 

Rencana Stategik

 

Rencana Stategik
 

  Didalam Rencana Strategis Kementerian Pertanian  Tahun 2015-2019  dijelaskan bahwa Strategi Ditjen Perkebunan tahun 2015-2019  dalam pencepaian  6 saaran strategis kementerian Pertanian tahun 2015 – 2019 , diantaranya meliputi;
  1. Strategi pemenuhan  penyediaan bahan baku Tebu dalam rangka peningkatan produksi gula Nasional.
  2. Strategi peningkatan diversivikasi pangan berbasis komoditas perkebunan
  3. Strategi peningkatan komoditas perkebunan bernilai tamba dan berorientasi  ekspor .
  4. Strategi peningkatan komoditas perkebunan bernilai tamba dan berorientas ekspor .
  5. Strategi pemenuhan penyedian bahan baku bio energy dan pengembangan fondasi sistem pertanian bio industry.
  6. Strategi akuntabilitas kinerja aparatur pemerintah yang baik .

    Strategi Peningkatan pendapatan keluarga perkebun.

       Strategi pembangunan perkebunan 5 tahun mendatang dirumuskan dalam rangka mendukung program Direktorat Jenderal Perkebunan tahun 2015 – 2019 yaitu peningkatan produksi dan produktivitas tanaman perkebunan berkelanjutan. Sasaran strategis Dirjen Perkebunan untuk periode 2015 – 2019 yang difokuskan pada peningkatan produksi dan produktivitas 16 komoditas strategis yang menjadi unggulan nasional Perkebunan, yaitu Tebu, Kelapa Sawit, Karet, Kelapa , Kakao, Kopi, Teh, Lada, Cengkeh, Pala, Jambu Mete, Nilam, Kapas, Tembakau, Kemiri sunan dan Sagu.
    Selanjutnya , untuk peningkatan komoditas perkebunan bernilai tambah dan beroreintasi ekspor dalam mewujudkan daya saing subsektor perkebunan, maka aspek – aspek kebijakan Ditjen Perkebunan tahun 2015 – 2019 , adalah;
 
  1. Peningkatan produksi dan produktivitas komoditas unggulan perkebunan    yang selama ini berkonstribusi dalam   penerimaan negara dan ekspor seperti kelapa sawit ( CPO dan minyak sawit lainnya ), karet, kelapa, tebu, kopi dan   kakao.
  2. Peningkatan produksi dan produktivitas melalui aspek penguatan perbenihan, pemberdayaan dan pendekatan SPM.
  3. Pengembangan komoditas perkebunan yang berwawasan lingkungan .
  4. Memperkuat aspek kelembagaan petani/pekebun
  5. Pengembangan pasar dengan pendekatan kerjasama diforum forum internasional.
  6. Upaya pengembangan inovasi dan adopsi teknologi .
  7. Pembangunan dan perbaikan sarana prasarana insfrastruktur dalam mendukung sistem budidaya, pasca panen,   pengolahan dan pemasaran.
  8. Perbaikan ta niaga untuk menekan biaya ineisiensi yang timbul.
  9. Sinergisitas kebijakan pusat ( antar K/L)- daerah dalam penganggaran dan dukungan regulasi yang kuat terkait   ekspor impor.
 
 

 

<