,
(الثّلاثاء)Ats-tsulatsa' 25 Rabiul Akhir 1438 H

Perda harga kelapa sawit segera disusun

Pemerintah Provinsi Jambi melalui Dinas Perkebunan tengah menyusun Peraturan Daerah (Perda) tentang penetapan harga kelapa sawit khusus petani swadaya di provinsi itu.

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi, Ir. Budidaya di Jambi, Selasa  (10/06), mengatakan bahwa selama ini harga beli dari perusahaan masih saja rendah meski harga Crude Palm Oil (CPO) di Provinsi Jambi terus mengalami kenaikan.

"Para petani saat ini mendapatkan harga dari kesepakatan para perusahaan dengan harga yang cukup murah. Belum ada patokan yang menjadi acuan antara perusahaan dengan petani. Jadi perusahaan sawit menetapkan harga kepada petani sembarangan sekali, ini sangat kita sesalkan," kata Budidaya.

Saat ini tengah menyusun Perda tersebut bersama gubernur Jambi. Artinya ketika pemerintah sudah menetapkan harga, perusahaan harus menyesuaikan dan tinggal melihat kualitas buah dari petani.

Kadis mengungkapkan, harga CPO di Provinsi Jambi pada periode 6-12 Mei 2016 sebesar Rp8.228 per kilogram. Kemudian untuk harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit usia tanam 3 tahun ke atas sebesar Rp1.462 per kilogram. Sementara harga inti sawit Rp6.483 per kilogram dengan Indeks K yang dipakai adalah 88,91 persen.

Tak hanya untuk kelapa sawit, Budidaya mengaku Perda itu nantinya juga untuk harga karet, karena permasalahannya cukup sama.

"Saat ini harga karet indikasi Singapura mencapai Rp18 ribu/ kilogram untuk kadar karet kering. Nanti kita tetapkan sekitar 60 persen dari harga indikasi itu atau sekitar Rp10.000. Namun saat ini dikalangan petani swadaya masih di angka Rp4 ribu," katanya.

Dalam Perda itu juga diwajibkan agar petani harus menghasilkan bongkar bersih karet dan para perusahaan tidak diperbolehkan menghasilkan bongkar muat kotor.

"Kita upayakan agar Perda tersebut bisa dilaksanakan dalam waktu dekat. Kalau tidak bisa Perda, kita upayakan membuat Pergub," katanya menambahkan.

Berita Terkait

3 Komentar

Abang adek | 29 September 2016 - 05:32:57 WIB
salut n hormat pak, segera wujudkan perda tersebut, kasian masyarakat petani kita sudah pada menjerit semua terutama petani karet.
bursakerja loker | 11 November 2016 - 00:45:11 WIB
Terima Kasih Atas informasi dan konfirmasinya.. salam hormat
lokerjob indo | 11 November 2016 - 23:01:53 WIB
Terima Kasih atas kinerja pemerintahan indonesia.. semoga bermanfaat bagi kita sebagai masyarakat indonesia..

Komentar Anda







6 + 15 =